PURWODADI, (18/05/2026) | Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong semangat produktivitas dan kemandirian ekonomi bagi karyawannya. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat saat Administratur bersama jajaran manajemen KPH Purwodadi meninjau langsung usaha peternakan ayam petelur milik Nur Ali, salah satu Mandor Polter BKPH Jatipohon, yang berlokasi di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Senin (18/05).
Usaha peternakan ayam petelur yang dirintis Nur Ali sejak tahun 2015 tersebut kini berkembang pesat dengan populasi mencapai 4.500 ekor ayam petelur. Di sela menjalankan tugas pokok sebagai petugas keamanan hutan, Nur Ali bersama keluarganya mampu mengelola usaha produktif yang tidak hanya menopang ekonomi keluarga, namun juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dari ribuan ayam yang dipelihara, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 450 kilogram telur setiap hari. Hasil produksi telur dipasarkan kepada tengkulak, masyarakat sekitar, serta turut memenuhi kebutuhan program pemerintah Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Dengan harga jual telur saat ini sekitar Rp23.000 per kilogram, usaha tersebut mampu memberikan pendapatan bersih rata-rata sekitar Rp1.800.000 per hari setelah dikurangi biaya pakan dan operasional. Keberhasilan tersebut menjadi contoh bahwa karyawan Perhutani dapat tetap produktif dan mandiri secara ekonomi tanpa mengabaikan tanggung jawab utama dalam menjaga kelestarian dan keamanan hutan.
Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas semangat dan ketekunan Nur Ali dalam mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi karyawan lainnya.
“Manajemen Perhutani sangat mendukung kegiatan usaha produktif yang dijalankan karyawan selama tidak mengganggu tugas pokok kedinasan. Apa yang dilakukan Saudara Nur Ali ini sangat positif dan inspiratif karena mampu memanfaatkan waktu dan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Untoro.
Ia juga menambahkan bahwa usaha peternakan ayam petelur memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah terkait penyediaan bahan pangan bergizi.
“Produksi telur merupakan salah satu sumber protein yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ini selaras dengan program pemerintah Presiden Prabowo dalam penyediaan Makanan Bergizi Gratis bagi masyarakat dan pelajar. Kami berharap usaha seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi motivasi bagi karyawan lain untuk tetap kreatif, produktif, dan mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Nur Ali mengaku bersyukur atas dukungan dan perhatian dari manajemen Perhutani terhadap usaha yang telah ditekuninya selama lebih dari satu dekade tersebut. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak lepas dari dukungan keluarga dan kemampuan membagi waktu antara pekerjaan dinas dan usaha peternakan.
“Alhamdulillah usaha ini saya jalankan bersama keluarga sejak tahun 2015. Awalnya hanya sedikit, kemudian berkembang sampai sekarang mencapai 4.500 ekor ayam. Saya tetap mengutamakan tugas sebagai Mandor Polter, sedangkan pengelolaan harian banyak dibantu keluarga,” ungkap Nur Ali.
Ia menambahkan bahwa permintaan telur saat ini cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan masyarakat dan program pemenuhan gizi.
“Pemasaran telur selama ini diambil tengkulak, sebagian juga untuk kebutuhan masyarakat sekitar dan mendukung kebutuhan program MBG. Harapannya usaha ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” pungkasnya.
Melalui dukungan terhadap usaha produktif karyawan, Perhutani KPH Purwodadi berharap dapat mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan, meningkatkan kesejahteraan pegawai, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan program pembangunan nasional.
Editor: Aris